Ban motor saya bocor. Setelah memastikan tidak ada paku yang masih tertancap, saya pun menuntun motor, mencari tukang tambal ban. Biasanya agak susah mencari tukang tambal ban di jalan besar seperti di jalan Embong Malang ini. Setelah bertanya kepada orang yang kebetulan saya temui, saya mesti berjalan sekitar seratus meter, dimulut gang ada tukang tambal ban.Sambil menunggu ban motor saya ditambal, saya berjalan menuju gedung Go Skate. Gedung Go Skate ini sebenarnya bernama Gedung Surabaya Indah, namun orang sering menyebut dengan gedung Go Skate, karena dulu ada tempat bermain roller skate.
Gedung Go Skate di era tahun 80-an tidak bisa dilepaskan dari pentas musik rock di Surabaya. Banyak pentas musik rock digelar di gedung ini. Saking seringnya diadakan pentas musik rock dari skala regional sampai nasional, Surabaya dijuluki sebagai barometer musik rock Indonesia. Grup musik rock dari Surabaya yang cukup terkenal yang saya ingat ada L-Phi-Q, Grass Rock, Citra Rock Band, One Way, Rock Trickle, Adi Metal, Buldozer, Kamikaze, Red Spider, Andromedha, Surabaya Rock Band, Phytagoras, Power Metal dan lain-lain.
Kini musik rock era 70-80an sudah hampir tidak terdengar lagi, meski saya yakin masih banyak pemusik dan penikmat aliran rock era itu. Ya, saya merindukan berteriak... Rock Never Die !!!

No comments:
Post a Comment